Kehidupan Sastra di Jawa Tengah

Jawa Tengah adalah daerah yang sebenarnya tidak pernah sepi dari kegiatan bersastra. Tampaknya kegiatan tersebut sudah ada sejak dulu. Pada masa lalu ada nama-nama seperti Yasadipura I, Yasadipura II, dan Ranggawarsita dikenal sebagai pujangga handal yang banyak menghasilkan karya sastra. Kegiatan bersastra di Jawa Tengah tetap berlanjut sampai hari ini. Banyak kantong-kantong sastra di Jawa […]

Proses Penyerapan Istilah dalam Bahasa Indonesia

Perbendaharaan bahasa Indonesia diperkaya oleh kata serapan dari berbagai bahasa asing, misalnya dari bahasa Inggris, Jerman, Belanda, Prancis, dan Arab. Kata-kata serapan itu masuk ke dalam bahasa Indonesia melalui empat cara yang lazim ditempuh, yaitu adopsi, adaptasi, penerjemahan, dan kreasi. Cara adopsi terjadi apabila pemakai bahasa mengambil bentuk dan makna kata asing yang diserap secara […]

Agar supaya dan sejak dari

Gabungan preposisi agar supaya dan sejak dari sering kita temukan dalam pemakaian sehari-hari, baik dalam bahasa lisan maupun tulisan. Pernah dalam suatu wawancara di televisi, seorang pakar berbicara: “Saya mengatakan seperti ini agar supaya masalah dapat cepat diselesaikan.” “Kami berharap masyarakat tetap tenang menghadapi masalah ini agar supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.” Pemakaian […]

Kata Depan di, pada, dan dalam

Dalam tindak berbahasa, kata depan di, pada, dan dalam sering digunakan secara tidak tepat. Ketiga kata depan itu sering dikacaukan penggunaannya. Tempat yang seharusnya diisi dengan kata depan pada, misalnya, sering diisi dengan kata depan di; atau tempat yang seharusnya diisi oleh kata depan di sering pula diisi dengan kata depan dalam. Padahal, ketiga kata […]

Dirgahayu

Kata dirgahayu diserap dari bahasa Sanskerta dirgahayuh; dirgahayusa, yang berarti ‘berumur panjang’. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) susunan Poerwadarminta, pada kata dirgahayu terdapat singkatan sl yang berarti ‘berasal dari sastra lama’, kata dirgahayu sendiri bermakna ‘semoga berumur panjang; hidup!’. Kata dirgahayu biasanya ditujukan pada negara atau organisasi yang sedang memeringati hari jadinya, misalnya Dirgahayu […]

Contreng, Conteng, dan Centang

Laporan Caroline Damanik (wartawan KOMPAS.com) pada hari Rabu, 1 Juli 2009, menyatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku akan mengganti semua media sosialisasi, seperti spanduk, leaflet, atau pun booklet yang memuat segala bentuk sosialisasi contreng pasangan capres dan cawapres. Istilah contreng dalam laporan itu menjadi sangat tenar, sebelum maupun sesudah pelaksanaan pemilu seiring dengan gencarnya […]

Para Ditulis Serangkai atau Terpisah?

Kata para sering kita gunakan dalam komunikasi sehari-hari. Namun, apakah penggunaannya selama ini telah kita pahami? Bagaimana penulisannya yang tepat, ditulis serangkai atau terpisah? Untuk itu, tiada salahnya jika masalah tersebut kita kupas bersama. Untuk menjawab pertanyaan di atas, sebaiknya kita kemukakan beberapa contoh kalimat yang menggunakan  kata para,yaitu: (1) Proposal itu sudah disetujui oleh […]

Homonimi dalam Bahasa Indonesia

Homonimi berasal dari bahasa Yunani homo dan onoma. Onoma berarti ‘nama’ dan homo berarti ‘sama’. Homonimi merupakan relasi makna antarkata yang ditulis sama dan/atau dilafalkan sama, tetapi maknanya berbeda. Sebagai contoh kata bisa yang terdapat dalam kalimat berikut. 1. Ular cobra memiliki bisa yang dapat menyebabkan kematian. 2. Aldi bisa mengerjakan semua soal ulangan. Pada […]

Psikiater dan Psikolog

Dalam bidang kedokteran dikenal istilah psikiater dan psikolog. Selama ini psikiater dan psikolog dianggap bidang pekerjaan yang sama. Benarkah demikian? Berdasarkan hasil penelusuran ditemukan fakta berikut ini. Menurut Arnold A. Lazarus dan Clifford N. Lazarus dalam Staying Sane in a Crazy World,  psikiater adalah dokter bergelar M.D. atau D.O. yang lulus dari sekolah kedokteran dan […]

Agama dan Sastra

Membicarakan sastra dan agama berarti harus menilik adakah pengaruh agama dalam sebuah karya sastra, atau adakah sebuah karya sastra bernafaskan agama. Seorang pengarang tidak dapat terlepas dari nilai-nilai dan norma-norma yang tumbuh dalam masyarakat. Hal itu berkaitan erat dengan proses penciptaan sebuah karya sastra karena karya sastra tidak lahir dalam situasi kekosongan budaya. Sastra keagamaan […]

Scroll to top