Imbuhan -(a)si dan -(i)tas dalam Bahasa Indonesia

Menyikapi banyaknya istilah-istilah asing yang masuk, bahasa Indonesia tidak hanya menerjemahkan atau mencari padanannya, tetapi juga tidak menutup kemungkinan untuk menyerap istilah atau kosakata tersebut secara utuh. Penyerapan kosakata tersebut mengalami beberapa penyesuaian, khususnya dalam segi ejaan. Selain kosakata dasar unsur-unsur imbuhan juga diserap, di antaranya akhiran -(a)si dan -itas. Akhiran ini dapat dijumpai pada kata-kata seperti: transportasi, standardisasi, aktivitas, dan kreativitas. Berikut ini akan dikupas kata-kata serapan tersebut.

1. Transpor à Transportasi

Kata transpor diserap dari bahasa Inggris dari kata transport ‘angkutan’. Kata ini mengalami penyesuaian ejaan dengan menghilangkan fonem /t/. Selain menyerap kata dasar transport, bahasa Indonesia juga menyerap kata turunannya secara utuh, yaitu kata transportasi 1pengangkutan barang oleh berbagai jenis kendaraan sesuai dengan kemajuan teknologi; 2perihal (seluk beluk) transpor; 3pemindahan bahan lepas hasil pelapukan dan erosi oleh air, angin, dan es’.

Kata transportasi dalam bahasa Indonesia tidak dibentuk dari kata transpor dan mendapat akhiran -(a)si, tetapi diserap dari kata turunannya secara langsung, yaitu transportation sehingga menjadi transportasi, bukan transpor + -(a)si menjadi transporasi.

2. Standar à Standardisasi

Kata standar diserap dari bahasa Inggris dari kata standard 1ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan; 2ukuran atau tingkat biaya hidup; 3sesuatu yang dianggap tetap nilainya sehingga dapat dianggap sebagai ukuran nilai (harga); baku’. Kata ini mengalami penyesuaian ejaan dengan menghilangkan fonem /d/.

Kata standardisasi berarti ‘penyesuaian bentuk (ukuran, kualitas, dsb) dengan pedoman (standar) yang ditetapkan; pembakuan’. Kata serapan ini tidak dibentuk dari kata standar dan mendapat akhiran -(a)si, tetapi diserap dari kata turunannya secara langsung, yaitu standardization sehingga menjadi standardisasi, bukan standar + -(a)si menjadi standarisasi.

3. Aktif à Aktivitas

Kata aktif diserap dari bahasa Inggris dari kata active yang berarti 1giat (bekerja, berusaha); 2lebih banyak penerimaan daripada pengeluaran; 3dinamis atau bertenaga (sebagai lawan statis atau lembam); 4mampu beraksi dan bereaksi; 5mempunyai kecenderungan menyebar atau berkembang biak (tentang penyakit, sel, dsb)’. Kata ini mengalami penyesuaian ejaan dengan mengganti fonem /v/ dengan /f/ dan menghilangkan fonem /e/.

Kata aktivitas berarti ‘1keaktifan, kegiatan; 2kerja atau salah satu kegiatan kerja yang dilaksanakan dalam tiap bagian di dalam perusahaan’. Kata serapan ini tidak dibentuk dari kata aktif dan mendapat akhiran -(i)tas, tetapi diserap dari kata turunannya secara langsung, yaitu activity dan akhiran (i)ty diserap menjadi (i)tas. Dengan demikian, kata activity diserap menjadi aktivitas, bukan dibentuk dari kata aktif mendapat akhiran (i)tas menjadi aktifitas.

4. Kreatif à Kreativitas

Kata kreatif diserap dari kata creative (bahasa Inggris) yang berarti ‘ 1memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; 2bersifat (mengandung) daya cipta’. Sama halnya dengan kata aktif, kata kreatif mengalami penyesuaian ejaan dengan mengganti fonem /v/ dengan /f/ dan menghilangkan fonem /e/.

Kata kreativitas berarti ‘1kemampuan untuk mencipta; daya cipta; 2perihal berkreasi; kekreatifan’. Kata serapan ini tidak dibentuk dari kata kreatif dan mendapat akhiran -(i)tas, tetapi diserap dari kata turunannya secara langsung, yaitu creativity dan akhiran (i)ty diserap menjadi (i)tas. Oleh karena itu, kata creativity diserap menjadi kreativitas, bukan berasal dari kata kreatif dan mendapat akhiran (i)tas menjadi kreatifitas.

Kesimpulan dari penjelasan tersebut adalah kata transport diserap menjadi transpor dan kata tranportation diserap secara kata utuh menjadi transportasi, bukan dari tranpor + (a)si menjadi tranporasi. Kata standard menjadi standar, sedangkan standardization menjadi standardisasi, bukan dari standar + -(a)si menjadi standarisasi. Kata active menjadi aktif dan activity menjadi aktivitas, bukan dari aktif + -(i)tas menjadi aktifitas. Demikian pula, kata creative menjadi kreatif dan creativity menjadi kreativitas, bukan kreatif + -(i)tas menjadi kreatifitas.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top