Mengenyam, Mengunyah, dan Memakan

Secara sekilas kata mengenyam, mengunyah, dan memakan memiliki persamaan makna. Ketiganya merupakan kegiatan yang berhubungan dengan mulut dan makanan.

Bila kita cermati, ketiga kata tersebut memiliki perbedaan makna. Kata Mengenyam dibentuk dari kata dasar kenyam. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 545)  kenyam memiliki dua makna. Pertama, ‘mengecap’ (makanan dst.)

Contoh:

(1)   Nenek belum pernah mengenyam masakan padang.

(2)   Saya belum pernah mengenyam nasi kebuli.

dan kedua, ‘merasai’ atau ‘menikmati’.

Contoh

(3)   Sejak kecil Nina belum mengenyam kasih sayang dari seorang ibu.

(4)   Budi belum pernah mengenyam pendidikan.

Kata mengenyam pada kalimat (1) dan (2) berhubungan dengan makanan. Kalimat (1)  Nenek belum pernah ‘mengecap makanan’ padang, sedangkan kalimat (2) Saya belum pernah ‘mengecap makanan’ nasi kebuli.

Kata mengenyam pada kalimat (3) mengandung arti ‘merasai atau menikmati’ kasih sayang seorang ibu, sedangkan kata mengenyam pada kalimat (4) berarti ‘merasai atau menikmati’ pendidikan atau dengan kata lain sama sekali tidak bersekolah.

Kata mengunyah dibentuk dari kata dasar kunyah. Mengunyah memiliki makna denotatif (KBBI, 2005: 614) ‘menghancurkan atau melumatkan (makanan dst.) dalam mulut dengan gigi’ atau ‘memamah’

Contoh :

(5)   Adik susah mengunyah makanan karena giginya ompong.

(6)   Nenek mengunyah sirih, oleh karena itu giginya merah.

Kata mengunyah adalah kegiatan sebatas menghancurkan dan melumatkan makanan dalam mulut dengan gigi.

Selain menurunkan kata mengunyah Kata kunyah juga menurunkan kata mengunyahkan yang berarti ‘ mengunyah untuk (orang lain)’, terkunyah yang berarti (1) ‘sudah dikunyah’ (2) ‘tidak sengaja mengunyah’, dan kunyahan yang berarti ‘yang sudah dikunyah’ atau ‘hasil kunyahan’

Kata memakan diturunkan dari kata makan. Makan memiliki makna antara lain (1) ‘memasukkan makanan ke dalam mulut serta mengunyah dan menelan’, (2) ‘memasukkan sesuatu ke dalam mulut, kemudian mengunyah dan menelannya’, dan (3) ‘memasukkan sesuatu ke dalam mulut dan mengunyah-ngunyahnya’.

Contoh:

(7) Adik makan bubur

(8) Mereka sedang makan gado-gado

Kata memakan mengandung makna yang lebih aktif [removed][removed] .

Contoh:

(9) Tadi malam kucing itu memakan tikus peliharaan adik..

(10) Adik memakan habis sup yang dihidangkan nenek kemarin.

Selain menurunkan kata memakan, makan antara lain menurunkan kata makan-makan yang bermakna ‘makan untuk bersenag-senang’, dimakan bermakna ‘dimusnahkan, dirusakkan, dan dihabiskan’,  makanan bermakna ‘segala sesuatu yang dapat dimakan’, segala bahan yang kita makan atau masuk ke dalam mulut’, dan ‘rezeki’, pemakan bermakna ‘pelaku atau yang memakan sesuatu’.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kata mengenyam bermakna ‘mengecap’ (makanan dst.) dan ‘merasai’ atau ‘menikmati’ bila berhubungan dengan makanan, maka kegiatan hanya sebatas di lidah saja.

Kata mengunyah bermakna ‘menghancurkan atau melumatkan (makanan dst.) dalam mulut dengan gigi’ atau ‘memamah’. Kata mengunyah adalah kegiatan sebatas menghancurkan dan melumatkan makanan dalam mulut dengan gigi.

Kata memakan bermakna antara lain:

(1) ‘memasukkan makanan ke dalam mulut serta mengunyah dan menelan’,

(2) ‘memasukkan sesuatu ke dalam mulut, kemudian mengunyah dan menelannya’, dan

(3) ‘memasukkan sesuatu ke dalam mulut dan mengunyah-ngunyahnya’.

Berarti kegiatan memakan merupakan kegiatan yang lengkap dari memasukkan makanan ke dalam mulut melalui lidah, mengunyah, kemudian menelannya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top