Inventarisasi Sastra Lisan: Mengungkap Kearifan Lokal Cerita Rakyat Jawa Tengah

Tahun Penelitian : 2009

Peneliti :

  • Moch. Fikri, S.S.
  • Kustri Sumiyardana, S.S.
  • Enita Istriwati, S.S.
  • Asep Supriadi, M.Hum.

Abstrak

Cerita-cerita rakyat di wilayah Jawa Tengah selama ini belum banyak diteliti secara akademis, padahal masih banyak cerita rakyat yang tersebar. Pada dasarnya cerita rakyat adalah kepercayaan, legenda, dan adat istiadat suatu bangsa yang sudah ada sejak lama, diwariskan secara turun-temurun baik dengan lisan maupun tertulis. Sebagai salah satu bagian budaya, cerita rakyat hidup dan menjadi milik masyarakat di masa lampau yang dipelihara oleh pendukungnya secara turun temurun.

Cerita rakyat tergolong dalam kebudayaan ide. Artinya, cerita-cerita tersebut mengandung nilai-nilai luhur bagi kehidupan bermasyarakat, baik yang bersifat menghibur maupun mendidik. Cerita rakyat ini merupakan bagian dari sastra lisan dan memiliki fungsi yang amat penting bagi masyarakat pendukungnya.Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pelestarian dan pendokumentasian cerita rakyat. Hal itu dimaksudkan agar nilai-nilai budaya yang ada dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Selain itu, agar budaya ide itu tidak diklaim oleh masyarakat lain yang sebenarnya bukan pemilik yang sah.

Sastra lisan dibagi ke dalam tiga golongan besar yaitu mite, legenda, dan dongeng. Mite adalah suatu cerita yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci oleh pemilik cerita. Tokoh-tokoh mite biasanya adalah makhluk yang luar biasa, dewa, atau makhluk setengah dewa, dan tempat terjadinya peristiwa bukan di dunia nyata. Legenda adalah cerita yang juga dianggap benar-benar terjadi tetapi tempat terjadinya peristiwa di dunia nyata, dan waktunya belum terlalu lampau. Selanjutnya, dongeng adalah cerita tentang makhluk khayali. Ceritanya dianggap tidak benar-benar terjadi serta tidak terikat oleh waktu dan tempat.

Pengungkapan kearifan lokal cerita rakyat Jawa Tengah berpedoman pada sistem nilai budaya masyarakat. Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat dapat diungkapkan melalui lima nilai yaitu (1) nilai hedonik, nilai yang memberikan kesenangan kepada pembaca; (2) nilai artistik, apabila suatu karya dapat memanifestasikan suatu seni atau keterampilan seseorang; (3) nilai kultural, apabila suatu karya memiliki hubungan yang mendalam dengan suatu masyarakat, peradaban, dan kebudayaan; (4) nilai etika, moral, agama, yang memancarkan ajaran yang ada sangkut pautnya dengan etika, moral dan agama; serta (5) nilai praktis, sastra yang mengandung hal-hal praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mengungkapkan kearifan lokal cerita rakyat Jawa Tengah, dilakukan pendekatan tematik. Pendekatan tematik yaitu suatu penelitian terhadap teks dengan cara mencari dan mengkaji tema-tema pokok isi teksnya. Langkah yang dilakukan adalah dengan cara pembacaan mendalam, mengkaji dan memahami tema-tema sebuah teks, kemudian mencari-makna yang tersembunyi dalam teks. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa cerita rakyat Jawa Tengah banyak mengandung nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan teladan untuk pengembangan diri manusia dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai budaya lokal pantas untuk disebarluaskan ke masyarakat untuk membendung pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dan bertentangan dengan budaya Indonesia.

Kata kunci: Sastra lisan, nilai budaya. 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas