Afiksasi pada Bahasa Gaul Remaja

Penulis : Agus Sudono

(Tenaga Teknis Balai Bahasa Prov. Jateng)

Tahun : 2010

JALABAHASA, Volume 6, Nomor 1, Mei 2010: 31-42 

 

 

Abstrak

Dalam menyampaikan gagasan dan ekspresinya, remaja menggunakan bahasa yang berbeda dengan bahasa pada umumnya yang kemudian dikenal dengan bahasa gaul. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif. Dalam analisis data, metode yang digunakan adalah metode padan untuk mengkaji bentuk kebahasaan antara penutur dan mitratutur. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan bahasa Indonesia yang digunakan oleh remaja. Adapun sampelnya adalah kata-kata beserta konteks kalimat dalam bahasa gaul yang digunakan remaja. Sumber data penelitian ini adalah tuturan bahasa gaul yang diperoleh dari berbagai sumber, yaitu Harian Suara Merdeka, Tabloid CitaCinta, Olga, Issue, Aneka Yess!, Gaul, dan novel-novel remaja. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk dan makna kata yang masuk dalam bahasa gaul serta bagaimana proses afiksasinya. Bahasa gaul termasuk ragam tak resmi yang biasa digunakan remaja di perkotaan. Proses pembentukannya mengikuti pola yang beraturan dan tidak beraturan. Afiksasi yang muncul dalam bahasa gaul, antara lain, [pelesapan prefiks meng- + verba dasar], [verba dasar + -in], [pelesapan prefiks meng- + verba dasar + -in], [prefiks di-  + verba + -in], [ke- + kata dasar], dan sisipan {-ok-}.

 

Kata kunci: bahasa gaul, afiksasi, remaja

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top