Seminar Internasional “Pemertahanan Bahasa dan Pergeseran Bahasa” 5–6 Juli 2012

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Program Studi Magister Linguistik Universitas Diponegoro menyelenggarakan Seminar Internasional “Pemertahanan Bahasa dan Pergeseran Bahasa”. Tema yang dibahas dalam seminar ini ialah ‘Menjaga dan Melindungi Bahasa Adat di Era Globalisasi’. Seminar internasional ini dilaksanakan untuk mengkaji penggunaan bahasa yang mendominasi wilayah tertentu, di samping bahasa ibu dalam interaksi di Indonesia atau negara lain di Asia Tenggara. Seminar tersebut merupakan kajian untuk mencari perpektif baru dengan cara-cara yang lebih tepat. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk berbagi ide tentang strategi pemeliharaan bahasa ibu. Kegiatan ini juga bertujuan membangun hubungan antara ahli bahasa, guru, peneliti bahasa, atau ahli lain sehingga tercipta perspektif baru pada pemeliharaan bahasa sesuai dengan perkembangan di Asia Tenggara.

Seminar diikuti oleh 150-an peserta dari beberapa kalangan yang meliputi ahli bahasa, dosen, mahasiswa, doktor, guru, peneliti, dan pemerhati/peminat bahasa dan budaya. Acara dilaksanakan di Hotel Pandanaran, Jl. Pandanaran No. 58 Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Dr. Agus Maladi Iriyanto, M.A.

Seminar diawali dengan penyajian materi dari pembicara utama. Pembicara utama yang menyajikan materi pada sesi pembuka terdiri atas tiga narasumber. Prof. Dr. Hanna dari Balai Bahasa Sulawesi Tenggara menyajikan makalah berjudul “Bahasa Daerah pada Era Globalisasi: Peluang dan Tantangannya”. Adapun Dr. Sugiyono dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memaparkan materi “Penanganan Bahasa Daerah: Sebuah Tantangan”. Selanjutnya, materi tentang “Ajarkanlah ‘Bahasa Ibu’: Demi Masa Depan Anak yang Lebih Baik Memasuki Era Globalisasi” disajikan oleh Prof. Dr. Bambang Kaswanti Purwo dari Universitas Katolik Atma Jaya. Acara dilanjutkan dengan penyajian makalah pendamping dari para peserta yang dilangsungkan secara pararel. Penyajian materi secara pararel dilaksanakan pada 5 Juli 2012 pukul 11.00-18.00, dilanjutkan pada 6 Juli 2012 pukul 08.00-09.30. Pada sesi terakhir, tampil pembicara utama J. Herudjati Purwoko, Ph.D. dari Universitas Diponegoro, menyajikan materi tentang “Linguistic Domains: Keys to The Maintenance of Javanese”. Kegiatan ditutup secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Drs. Pardi, M.Hum. Melalui kegiatan ini diharapkan bahasa adat/bahasa ibu tetap bertahan, bahkan memiliki peran yang nyata seiring perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas