EROTISME DALAM SERI BACAAN SASTRA ANAK, PANTASKAH?

(Eroticism in Children Literature Series, Is it Suitable?)

 

Oleh/By:
Shintya
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Jalan Elang Raya, Mangunharjo Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, 70769945; Faksimile 024-76744358, 70799945
Pos-el info@balaibahasajateng.web.id

Diterima: 24 Agustus 2012, Disetujui: 11 September 2012

 

ABSTRAK

Salah satu unsur pantangan dalam sastra anak adalah erotisme. Namun, ternyata ada bacaan sastra anak yang mengandung unsur tersebut yang tidak tepat dikonsumsi anak. Penelitian ini mengkaji apakah seri bacaan sastra anak berjudul Sita Dewi dalam Penjara Rawana, Manarmakeri, dan Arya Banjar Getas tepat untuk dikonsumsi anak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Analisis penelitian ini menekankan pada interpretasi isi dari buku-buku tersebut sehingga bersifat deskriptif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan buku-buku tersebut tidak layak untuk anak karena mengandung erotisme. Hal itu terlihat pada kata, kalimat, paragraf, dan ilustrasi yang ada dalam buku-buku tersebut.

Kata kunci: sastra anak, unsur pantangan, erotisme.

 

ABSTRACT

One of taboos in children’s literature is eroticism. Unfortunately, there are some children’s literature reading contain elements that are unsuitable for consuming by children. This study examines whether children literature reading series are titled Sita Dewi dalam Penjara Rawana, Manarmakeri, and Arya Banjar Getas good for the child consumed. This study is a qualitative research. The study focuses on the contain of those books through interpretative descriptive analysis. The results show those books are not good for children because it contains eroticism. It can be seen in the words, sentences, paragraphs, and illustrations in the book.

Key words: children’s literature, taboos, eroticism.

 

Alayasastra, Volume 8, Nomor 2, November 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top