TELAAH ETNOLINGUISTIK ATAS PENAMAAN MAKANAN DALAM SELAMATAN SEPUTAR KEMATIAN MASYARAKAT JAWA DI DESA SETROREJO, BATURETNO, WONOGIRI

(Ethnolinguistics Study for Food Naming in Ceremonial Around Death of Java Community at Setrorejo Village, Baturetno, Wonogiri)

 

Oleh/By:
Imam Baehaqie
Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang
Jalan Taman Siswa, Sekaran, Gunungpati, Semarang
Telepon/Faksimile: (024) 8508070
Pos-el: imambaehaqie@yahoo.co.id

Diterima: 20 Agustus 2012, Disetujui: 14 September 2012

 

ABSTRAK

Masalah yang ditelaah dalam penelitian ini ialah nama-nama makanan dalam selamtan seputar kematian masyarakat Jawa dan makna di balik nama-nama tersebut. Tujuan penelitian ini ialah memotret budaya masyarakat setempat terkait dengan kematian seseorang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak dengan pendekatan etnolinguistik. Dari telaah data diperoleh hasil penelitian yaitu nama-nama makanan dalam selamatan seputar kematian meliputi asahan, sekul suci, tumpeng ungkur-ungkuran, dan pisang raja setangkep. Kesemuanya itu memiliki makna semiotis tertentu.

Kata kunci: nama makanan, kematian, dan masyarakat Jawa

 

ABSTRACT

The problems that studied in the research were (1) names of food in ceremonial around death of Java community and (2) meaning behind the names. The purpose of the study was to photograph the local community culture related with someone death. The research method that used was pay attention method with ethnolinguistics approach. From the data research obtained the study result that the names of food in ceremonial around the death included asahan, sekul suci, tumpeng ungkur-ungkuran, and a pair of raja banana. All of those had certain semiotic meaning.

Key words: food name, death, Java community

 

Jalabahasa, Volume 8, Nomor 2, November 2012, halaman 88—99

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top