TRADISI LABUHAN MASYARAKAT NELAYAN TEGALSARI TEGAL

(The Labuhan Tradition of Fisherman of Tegalsari Society)

 

Oleh/By:
Ken Widyatwati
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro
Jalan Prof. Soedharto, SH., Tembalang, Semarang 50269
Telepon 024-76480619; Faksimile 024-7463144
Pos-el: kenwidyatwati@gmail.com

Diterima: 7 Maret 2012, Disetujui: 8 April 2012

 

ABSTRAK

Folklor atau mitos bukan merupakan sebuah cerita belaka, di dalamnya terkandung makna dan struktur. Struktur mitos merupakan bentuk perwujudan kehidupan masyarakat. Penelitian ini menguak struktur mitos dari tradisi labuhan dengan menggunakan analisis strukturalisme berdasarkan teori Levi-Straus. Tradisi labuhan merupakan sebuah folklor yang berkembang di kalangan masyarakat nelayan Tegalsari. Tradisi ini tidak hanya bermuatan ritual, tetapi memiliki banyak makna yang masih dipercaya oleh masyarakat nelayan Tegalsari. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tradisi labuhan dan menguak makna serta mitos yang terkandung di dalamnya. Tradisi labuhan berlangsung setiap tahun pada tanggal 1 Sura (kalender Jawa). Tradisi ini dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 14.00, bertempat di wilayah pantai Tegalsari. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi waktu tempat, instrumen, ritual, doa, dan mitos.

Kata kunci : tradisi labuhan, ritual, mitos

 

ABSTRACT

A folklore or a myth is not only a story, but also has meaning and structure. The structure of myth is a representation of the society. This study wants to examine the structure of myth of labuhan tradition by Levi-Straus’ structuralism. Labuhan tradition is a folklore of Tegalsari fi sherman society. It has not only ritual concept, but also a lot of values which trusted by the society. The aim of this research is describing the labuhan tradition and analyzing the structure of myth. The ritual is performed on 1st Sura of Javanese calendar every year. It begins at 07.00 a.m-14.00 p.m. It is held in Tegalsari beach, Tegal. The data of this research are place, time, instrument, ritual offering, prayer, and myth.

Key words: labuhan tradition, ritual, myth

 

Alayasastra, Volume 8, Nomor 1, Mei 2012, halaman 65-82

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top