Seminar Nasional: Teks sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Menyongsong Kurikulum 2013

Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menggelar Seminar Nasional dengan tema “Teks sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Menyongsong Kurikulum 2013” pada Rabu, 1 Mei 2013. Seminar nasional dilaksanakan di Auditorium Muh. Djazman dengan pembicara Prof. Dr. Mahsun M.S., Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dan Dra. Main Sufanti, M.Hum., pengajar Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh empat ratus peserta yang terdiri atas mahasiswa, guru, dosen, peneliti, dan pemerhati bahasa, sastra, dan pendidikan.

Dalam makalah berjudul “Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013”, Prof. Dr. Mahsun M.S. menyatakan bahwa sifat tematik pada kurikulum 2013 diwujudkan secara integratif. Kurikulum 2013 menempatkan bahasa Indonesia sebagai penghela ilmu pengetahuan dan pembentuk struktur berpikir siswa melalui penguasaan berbagai struktur teks. Sementara itu, Dra. Main Sufanti, M.Hum. menyampaikan makalah yang berjudul “Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks: Belajar dari Ohio Amerika Serikat”. Pada kesempatan itu, Dra. Main Sufanti, M.Hum. menyatakan  bahwa pembelajaran berbasis teks adalah teks sebagai dasar, asas, pangkal, dan tumpuan dalam pembelajaran. Dalam makalah tersebut terdapat beberapa gagasan tentang implementasi pembelajaran berbasis teks pada Kurikulum 2013 khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia. Gagasan yang disampaikan tersebut adalah keseimbangan teks sastra dengan teks nonsastra, penyediaan bacaan dan media, penghargaan terhadap karya siswa, dan penghargaan terhadap kreativitas guru.

Seminar tersebut diselenggarakan untuk menghimpun gagasan, pikiran, pendapat mengenai pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks yang akan diterapkan pada Kurikulum 2013. Selain itu, seminar nasional ini dilaksanakan guna meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai basis pengembangan bidang lain. Dengan demikian, berbagai pihak, baik sekolah, perguruan tinggi, instansi, maupun perorangan, diharapkan dapat turut mengawal semua proses implementasi Kurikulum 2013.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top