Seminar Kebahasaan dan Kesastraan: Strategi Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Jawa pada 27 Juni 2013

 

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Seminar Kebahasaan dan Kesastraan dengan tema “Strategi Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Jawa”. Kegiatan tersebut diikuti oleh 55 guru yang bergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMP Kabupaten Karanganyar. Seminar bertempat di Aula Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Jalan Elang Raya No.1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang.

 

Seminar diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh Koordinator Bidang Pembinaan dan Pemasyarakatan, Drs. Suryo Handono, M.Pd.; yang mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ketua MGMP Bahasa Jawa Kabupaten Karanganyar, Drs. Teguh Jatmiko, M.Pd.; Kepala Subbagian Tata Usaha, Lely Siti Fatimah, S.E., M.Si., Akt.; dan narasumber. Pada kesempatan itu, Koordinator Bidang Pengembangan dan Pemasyarakatan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Drs. Suryo Handono, M.Pd., menyampaikan bahwa Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah memiliki program pembinaan dan pemasyarakatan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Untuk itu, kerja sama dapat dilanjutkan dalam berbagai bentuk. Selain itu, melalui seminar tersebut diharapkan para peserta dapat menularkan ilmu pengetahuannya kepada rekan-rekan guru lainnya dan peserta didik.

 

Seminar menampilkan dua pembicara dengan pemandu Mochammad Fikri, S.S. Narasumber terdiri atas Dr. Teguh Supriyanto, M.Hum. dari Universitas Negeri Semarang dan Kustri Sumiyardana, S.S., M.Hum. dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Dalam makalah berjudul “Arah Kebijakan tentang Strategi Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Jawa”, Dr. Teguh Supriyanto, M.Hum. menyatakan bahwa bahasa dan sastra Jawa merupakan sumber nilai, ciri identitas, dan ciri keadaban. Pembelajaran bahasa dan sastra Jawa di sekolah harus mengarah pada berbahasa sesuai dengan unggah-ungguh serta prinsip hormat dan rukun. Adapun strategi pembelajaran perlu menekankan pada pendekatan yang bukan hanya sekadar komunikatif, melainkan juga melalui budaya. Sementara itu, Kustri Sumiyardana, S.S. M.Hum. menyampaikan makalah yang berjudul “Bahasa Jawa dan Visi Misi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah”. Pada kesempatan itu, Kustri Sumiyardana, S.S., M.Hum. menyampaikan bahwa visi dan misi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah sejalan dengan pelestarian bahasa dan sastra Jawa.

 

Melalui seminar kebahasaan dan kesastraan tersebut diharapkan peserta dapat menerapkan pembelajaran yang efektif di sekolah. Pelestarian bahasa Jawa sejatinya dapat dilakukan pula oleh masyarakat umum dari lingkup terkecil, seperti keluarga. Artinya, bukan hanya Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, instansi pemerintah, dan sekolah yang berupaya dalam pelestarian, melainkan seluruh elemen dalam masyarakat. Dengan demikian, generasi penerus tetap mengenal dan memahami jati dirinya yang bersumber dari kearifan lokal.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas