CAMPUR KODE DALAM ALA CHEF BERSAMA FARRAH QUINN

(The Code Mixing in Ala Chef Bersama Farah Quinn)

 

Oleh/ By:
Emma Maemunah
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Jalan Elang Raya No. 1 Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, 70769945 Faksimile 024-7674358, 70799945
Pos-el: xaredoks@yahoo.com

Diterima: 28 Februari 2013, Disetujui: 11 Maret 2013

 

ABSTRAK

Penggunaan bahasa seseorang dibatasi oleh dua faktor, yaitu faktor sosial dan situasional.Seorang dwibahasawan memiliki pilihan dalam menggunakan bahasa-bahasanya sesuai dengan batasan faktor-faktor tersebut. Salah satu hal yang tidak dapat dihindari oleh seorang dwibahasawan adalah tercampurnya kode bahasa satu dengan yang lainnya. Hal ini terjadi pada seorang pembawa acara masak di televisi Ala Chef Bersama Farah Quinn. Dia melakukan campur kode pada tuturan-tuturannya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk campur kode bahasa Inggris terhadap bahasa Indonesia yang digunakan oleh Farah Quinn dan menjelaskan faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode yang dilakukannya sebagai pembawa acara Ala Chef Bersama Farah Quinn. Hasil analisis menunjukkan beberapa wujud campur kode, yaitu campur kode kata dasar (nomina, verba, adjektiva, dan verba), campur kode kata majemuk, dan campur kode kata berimbuhan (baster). Campur kode juga terjadi pada tataran kalimat. Faktor kebahasaan penyebab terjadinya campur kode adalah (1) istilah bahasa Inggris lebih mudah diingat dan lebih stabil maknanya (low frequency of word), (2) keterbatasan kata-kata bahasa penutur (oversight), (3) penghindaran masalah homonimi atau kata yang ambigu (pernicious homonimy), (4) meyakinkan mitra tutur akan hasil yang dicapai (end purpose and goal). Faktor nonkebahasaan penyebab terjadinya campur kode adalah untuk memperhalus maksud tuturan (need for synonym).

Kata kunci: dwibahasawan, campur kode, bahasa.

 

ABSTRACT

There are several factors which influence someone in using a language. They are social and situational factors. A bilingual has choices in using his languages in accordance with the limits of those factors. One of those factors that can not be avoided by a bilingual is a mix of one language code to the others. This happened to a host of a television cooking show named Ala Chef Bersama Farah Quinn. She did code mixing in her utterances. The purpose of the study was to identify the form of English code mixing towards the Indonesian by Farah Quinn. Besides, it would explain the factors which led to the occurrence of code mixing did by Farah Quinn as the host of the show. The analysis showed some forms of code mixing which are the code mixing of roots (nouns, verbs, adjectives, and adverbs), compound words, and baster. The code mixing also occured at the level of the sentence. The linguistic factors which caused the code mixing were (1) low frequency of word, (2) ooversight, (3) pernicious homonymy, (4) end purpose and goal. The nonlinguistic factor which caused the code mixing was to mitigate the purpose of the utterance (need for synonym).

Keywords: bilingual, code mixing, language.

 

Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan, Volume 9, Nomor 1, Mei 2013, halaman 35-45

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas