KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN DALAM KARYA TULIS ILMIAH SISWA SLTA DI YOGYAKARTA

(Spelling Errors of High School Students’ Scientific Writings in Yogyakarta)

 

Oleh/ By:
Nuryantini
Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Jalan I Nyoman Oka No. 34 Yogyakarta
Telepon 0274-562070 Faksimile 0274-580667
Pos-el: nurysutopo@yahoo.com

Diterima: 3 November 2013, Disetujui: 12 November 2013

 

ABSTRAK

Menulis merupakan satu dari empat aspek kemampuan berbahasa Indonesia yang harus diajarkan kepada para siswa SLTA. Tujuan penulisan yang dilakukan siswa SMA bermacam-macam, salah satunya ialah agar siswa dapat menyusun karya tulis ilmiah. Makalah ini bertujuan mendeskripsikan kesalahan ejaan dalam karya tulis ilmiah siswa (KTIS) SLTA di Yogyakarta. Sebagai objek kajian ialah KTIS yang dihasilkan oleh siswa SLTA di Yogyakarta. Pembahasan didasarkan pada penggunaan ejaan sesuai dengan buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Untuk membahas KTIS tersebut digunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil pembahasan menunjukan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa meliputi kesalahan penggunaan huruf kapital; kesalahan penulisan kata turunan, kata serapan, gabungan kata, kata depan, partikel, angka; dan kesalahan penggunaan tanda baca titik, koma, dan tanda hubung.

Kata kunci: Kesalahan ejaan, KTIS, Siswa SMA, Yogyakarta.

 

ABSTRACT

Writing is one of four Indonesian language skills that should be taught to senior high school students. There are several purposes of writing activities conducted by senior high school students, one of them is to enable them composing scientific writings. This study aims at describing spelling errors of senior high schools students’ scientific writings (Karya Tulis Ilmiah Siswa) in Yogyakarta. The object of this study is the students’ scientific writings composed by senior high school students in Yogyakarta. The discussion is based on the use of spelling use according to Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (General Guidelines of Indonesian Spellings). To discuss those students’ scientific writings, the writer applied descriptive qualitative method. The result of the discussion proved that errors made by the students cover capitalization, derivatives usage, loan words, words combination, prepositions, particles, numbering and the punctuations errors, such as periods, commas and hyphens.

Keywords: spelling errors, students’ scientific writings, high school student, Yogyakarta.

 

Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan, Volume 9, Nomor 2, November 2013, halaman 49-60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas