Ikhtisar Puisi Indonesia di Jawa Tengah

Judul                               : Ikhtisar Puisi Indonesia di Jawa Tengah

Pengarang                       : Shintya, dkk.

Penerbit                           : Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, 2013

Tebal                               : 199 hlm. + xii

Ukuran                            : 14 x  21 cm

 

Buku ini memuat apresiasi puisi Indonesia di Jawa Tengah yang terbit dalam sejumlah surat kabar pada 1998 sampai dengan 2011. Pemilihan puisi yang terbit pada masa itu didasarkan atas pertimbangan bahwa tahun 1998 adalah masa bangsa Indonesia memasuki sistem politik reformasi. Penetapan batas akhir tahun 2011 tidak terlepas dari keberadaan puisi di Jawa Tengah pada masa mutakhir. Paparan dalam buku ini memuat puisi Indonesia yang terbit di surat kabar Suara Merdeka, Solo Pos, Joglosemar, Wawasan,  dan Radar Tegal. Bahasan memakai dasar setiap puisi yang terbit dalam surat kabar tertentu. Sementara itu, analisis dititikberatkan pada deskripsi penyair dan tema puisi. Beberapa penyair yang menerbitkan puisi di Suara Merdeka adalah Heru Emka, Faizal Kamandobat, Iyut Fitra, Pranita Dewi, Munawar Syamsuddin, Es Wibowo, S. Yoga, Handry T.M., dan Soedjarwo. Pengarang dalam Solo Pos adalah Munawar Syamsuddin, Katimin Atmo Wiyono, Agus Budi Wahyudi, Sunardi K.S., Mithahul Ahori, dan Achmad Joko Siswanto. Sementara itu, penyair yang menerbitkan puisinya di Joglosemar adalah Andi D. Handoko, Agus Bakar, Giyanto, Erny Rahmawati, Nia Samsihono, dan Wijang J. Riyanto. Beberapa pengarang yang menerbitkan puisi di Radar Tegal adalah Joy Amarta, Uun, Nenen Gunadi, Asyari Muhammad, Ekky Wahyudi, dan Sutono Adiwerno. Disimak dari distribusi penyair terbukti tidak banyak pengarang seorang pengarang yang menerbitkan puisinya di berbagai surat kabar di Jawa Tengah. Selanjutnya, puisi dalam setiap surat kabar itu dianalis dalam aspek tema. Penulis menginventarisasi sejumlah tema puisi sepanjang 1998 sampai dengan 2011, yaitu religius, pendidikan, kasih sayang, refleksi diri, lingkungan, politik, sosial, dan nasionalisme. Buku ini layak dicermati oleh pemerhati sastra untuk mengembangkan wawasan terhadap dinamika penerbitan dan karakteristik puisi Indonesia di Jawa Tengah. Selamat membaca. (Pardi Suratno, pemerhati dan peneliti sastra di Jawa Tengah).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top