Abstrak dan Abstraksi

Oleh Dwi Atmawati

 

Kata abstrak dapat memunculkan imajinasi pada sesuatu yang tidak jelas, baik dari aspek bentuk, warna, atau mungkin jalan cerita. Kata abstrak memiliki perbedaan makna yang cukup jelas berdasarkan bidang-bidang penggunaannya. Kata abstrak yang berkaitan dengan benda dapat diartikan sebagai sesuatu yang kasat mata dan tidak jelas bentuk fisiknya. Dalam bidang kesenian, kata abstrak diartikan sebagai sebuah seni yang tidak ada wujudnya di alam nyata. Dalam bidang hukum, kata abstrak diartikan sebagai pernyataan singkat yang merangkum pokok-pokok dalam dokumen legal. Dalam penyusunan literatur, kata abstrak diartikan sebagai inti atas tulisan tersebut. Hal ini hampir sama dengan pengunaan kata abstrak dalam bidang hukum.

Meskipun demikian, penggunaan kata abstrak dan abstraksi sering rancu. Padahal, kata abstrak dan abstraksi memiliki perbedaan cukup jelas. Kata abstrak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:4) berarti 1 ringkasan isi, ikhtisar, inti (karangan, laporan, dan sebagainya); 2 tidak berwujud, tidak berupa, dan tidak dapat diraba; tidak dapat dilihat atau tidak dapat dirasa indra, tetapi hanya ada dalam pikiran; nisbi; maya. Kata abstraksi berarti 1 proses atau perbuatan memisahkan; 2 penyusunan abstrak; 3 keadaan linglung (psikologi); 4 metode untuk mendapatkan kepastian hukum atau pengertian melalui penyaringan terhadap gejala atau peristiwa.

Kata abstrak dan abstraksi diserap dari bahasa Inggris abstract dan abstraction. Dalam buku Pedoman Umum Pembentukan Istilah, kata bahasa Inggris yang berakhiran -ct diserap menjadi kata Indonesia berakhiran -k. Kata Inggris yang berakhiran -tion atau -sion diserap menjadi kata Indonesia berakhiran -si. Dalam bahasa Inggris abstract berarti ‘ringkasan’, ‘intisari’, ‘ikhtisar’. Abstraction berarti 1 ‘keniskalaan’; 2 ‘pemisahan, pemindahan’. Jelaslah, kedua kata tersebut memiliki perbedaan. Dengan demikian, kata abstrak digunakan untuk mengacu inti karangan, laporan penelitian, artikel ilmiah. Penulisan abstrak bertujuan memberikan penjelasan secara singkat tentang hasil penelitian kepada pembaca. Abstrak yang baik mengandung informasi berdasarkan fakta, argumentasi logis, metode, hasil yang diperoleh, simpulan, dan ditulis dalam satu paragraf, berjarak satu spasi. 

 

Lembar Komunikasi Kebahasaan dan Kesastraan Edisi 1, Januari-Februari 2014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas