KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL LELAKI BERKERUDUNG CINTA KARYA NONGKA MARAHIM

(Social Critic on the Novel of Lelaki Berkerudung Cinta by Nongka Marahim)


Oleh/By:

Moh. Muzakka Mussaif
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro
Jalan Prof. Soedharto, S.H., Tembalang, Semarang 50269
Telepon 024-76480619; Faksimile 024-7463144
Pos-el: muzakkamoh@yahoo.co.id

Diterima: 24 Februari 2014, Disetujui: 11 April 2014

 


ABSTRAK

Lelaki Berkerudung Cinta karya Nongka Marahim adalah novel keagamaan yang menceritakan seorang lelaki saleh yang hidup di sebuah dusun terpencil dan memiliki masa lalu kelam. Ia berusaha sekuat tenaga untuk mengubah kondisi masyarakat desa melalui pemberdayaan ekonomi mereka dan membantu ustaz desa untuk menggairahkan kegiatan keagamaan. Akhirnya, lelaki itu berhasil mengubah kondisi desa dengan dibantu para mahasiswa KKN meskipun menghadapi banyak masalah dan hambatan. Kondisi tersebut memunculkan permasalahan sosial yang pada akhirnya menimbulkan kritik-kritik sosial. Tulisan pendek ini mencoba mengungkap kritik sosial yang muncul dalam novel tersebut menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Adapun beberapa kritik sosial dalam novel itu, yaitu kritik sosial terhadap keberhasilan anak desa, justifi kasi negatif masyarakat, ketidakadilan perlakuan pemerintah terhadap masyarakat desa terpencil, dan kemalasan penduduk desa terpencil untuk berubah.

Kata kunci: keagamaan, kritik, novel, sosial, sosiologi

 

ABSTRACT

Lelaki Berkerudung Cinta by Nongka Marahim is a religious novel which tells about a religious man in a remote village with a gloomy background. He tried hard to change the villager condition through economic empowering and help an ustad to improve their religious activities. With the help of apprentice servicing university students, the man was successful in changing the village condition. To gain the success, he has to solve some problems. Those problems come up the social critics. This paper tries to explore those social critics. Based on the sociology of literature theory, it is found some social critics of that novel, such as social critic toward a successful villager, social negative justifi cation, the injustice of big government’s ways of treating remote village society, and the laziness of the villager to make a change.

Keywords: religiosity, critic, novel, social, sociology

 

Alayasastra: Jurnal Ilmiah Kesusastraan, Volume 10, Nomor 1, Mei 2014, halaman 17-26

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top