NILAI KEARIFAN LOKAL WACANA LISAN KEDANAUAN BAHASA BATAK TOBA SEBAGAI SUATU MODEL PELESTARIAN EKOSISTEM (SUATU KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK)

(The Local Wisdom Value in the Spoken Discourse Around the Lake Environment in Batak Toba as One of the Models of Ecosystem’s Preservation
(A Study in Linguistic Anthropology))

 

Oleh/By:

Charles Butar-Butar

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)
Pos-el: ch_butar2@yahoo.com

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hubungan antara bahasa dan ekosistem di Danau Toba dan bagaimana ide/amanat disampaikan melalui bahasa dalam cerita rakyat atau wacana Danau. Pendekatan ekolinguistik digunakan untuk menganalisis hubungan antara bahasa dan ekosistem. Untuk menganalisis teknik penyampaian amanat/ide pada wacana danau, peneliti menggunakan pendekatan antropolinguistik. Metode penelitian ini adalah analisis naturalistik-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koteks terdapat pada situs-situs realistis cerita legenda atau mitos dalam konteks budaya dan adat istiadat. Secara umum, amanat ekologis yang ditemukan adalah manusia dan lingkungan satu sama lain saling membutuhkan.

Kata kunci: bahasa, wacana, ekosistem, antropolinguistik, koteks, teks, konteks

 

ABSTRACT

The aim of this article was to describe the relationship between language and the ecosystem of Lake Toba and how the models convey an idea or message through language that is wrapped in folklore or Lake discourse. The theory used ecolinguistics approach to explore the relationship of language and ecosystem, and antropolinguistic approach to investigate the technique of conveying idea/ message in lake discourse. The method of the study was a naturalistic qualitative analysis. The results of this study showed that the co-tex was conveyed through the realistics situs which wrapped in the form of legend or myth in the context of culture and custom. The general ecological message was humans and the environment should depend on each other.

Keywords: language, discourse, ecosystem, antropolingusitcs, co-tex, tex, context

 

Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan, Volume 10, Nomor 2, November 2014, halaman 107-116

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top