Diskusi Sastra dan Peluncuran Antologi Geguritan: Mung Ngabekti Karya Na Dhien Kristy

Mung Ngabekti yang memiliki arti ‘hanya mengabdi’ dipilih Na Dhien Kristy sebagai judul antologi geguritannya. Judul tersebut sengaja dipilih untuk mengatakan bahwa kehidupan manusia akan lebih bermakna jika dimanfaatkan untuk mengabdi. Demikian tutur Na Dhien saat peluncuran antologinya di Balai Bahasa Jawa Tengah, 3 Februari 2018.

Peluncuran antologi yang dihadiri oleh sastrawan Jawa Tengah, guru, dan pemerhati sastra itu diawali dengan diskusi sastra yang dipandu oleh Suryo Handono. Tirto Suwondo (Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah) dan Sosiawan Leak tampil sebagai pengulas antologi tersebut. Kedua pengulas mengapresiasi usaha Na Dhien melestarikan bahasa Jawa melalui penulisan geguritan. Selain itu, mereka juga menyoroti bagaimana tema dan gaya Na Dhien dalam antologinya.

Acara yang berlangsung saat hujan deras tersebut semakin hangat saat Bengkel Sastra Taman Maluku menampilkan musikalisasi puisi dari antologi geguritan Na Dhien Kristy. Seolah tidak ingin ketinggalan, beberapa penyair yang hadir saat itu juga menunjukkan kepiawaiannya dalam berpuisi.

Diskusi sastra dan peluncuran antologi geguritan tersebut merupakan kegiatan perdana Sanggar Sastra Smara Muruhita Balai Bahasa Jawa Tengah. Kegiatan kesastraan ini akan menjadi agenda rutin untuk mendekatkan sastra pada masyarakat Jawa Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top