SMAU CT Arsa Foundation Sukoharjo Gelar Seminar Bahasa saat Hari Sumpah Pemuda

Endro Nugroho Wasono Aji

SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan seminar kebahasaan bertema “Pembentukan Karakter Bangsa melalui Bahasa dan Sastra pada Era Milenial” pada Kamis, 28 Oktober 2021. Acara tersebut digelar secara tatap muka terbatas dan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2021.

Kepala SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo, Drs. H. Usdiyanto, M.Hum., mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa dan Sastra 2021. Selain itu, pihaknya mengajak siswa SMAU CT Arsa agar meningkatkan kebanggaan dan kecintaan untuk mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

“Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa siswa di SMAU CT Arsa, mereka menggunakan bahasa Indonesia setiap hari Senin dan Jumat, bahasa Inggris setiap hari Selasa dan Rabu, serta bahasa Jawa setiap hari Kamis,” kata Usdiyanto.

Usdiyanto menjelaskan, pada tahun ini OSIS SMAU CT Arsa menyelenggarakan beragam lomba, antara lain, lomba membuat poster, baca geguritan, baca puisi, story telling, dan TikTok. “OSIS melaksanakan lomba mulai tanggal 14 Oktober 2021 sampai puncaknya pada acara seminar tanggal 28 Oktober 2021. Lomba-lomba dalam rangka Sumpah Pemuda ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menyalurkan dan mengasah minat-bakat para siswa. Lomba-lomba itu juga dapat meningkatkan kemampuan berliterasi siswa,” jelasnya.

Sementara itu, peneliti dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Agus Sudono, M.Hum., menyatakan, bahasa memiliki peran penting dalam perkembangan intelektual, terutama kemampuan berpikir logis; perkembangan sosial dan emosional; dan penunjang keberhasilan dalam mempelajari bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain.

“Dengan kemampuan bahasa yang baik, peserta didik dapat mengemukakan gagasan dan perasaan serta berpartisipasi dalam masyarakat dengan menggunakan bahasa tersebut. Mereka juga dapat menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif yang ada dalam dirinya,” ujar Agus dalam acara seminar kebahasaan bertema “Pembentukan Karakter Bangsa melalui Bahasa dan Sastra pada Era Milenial” melalui Zoom Meeting pada Kamis, 28 Oktober 2021.

Agus menambahkan, bahasa bukan sekadar sekumpulan kata atau seperangkat kaidah tata bahasa, melainkan khazanah berbagai refleksi pemikiran dan pengetahuan. Oleh karena itu, bahasa berpotensi sebagai sarana pembentuk karakter seseorang, khususnya siswa sebagai kalangan terdidik.

“Bahasa dengan berbagai dialeknya dengan sastra di dalamnya yang unik dan khas menjadi identitas sosial dan budaya suatu masyarakat,” ungkapnya.

Pemenang Lomba

Kegiatan lomba kebahasan dan kesastraan diumumkan pada 28 Oktober 2021 bersamaan dengan seminar kebahasaan yang dipandu Hamdan Nurcholis, S.Pd. itu. Berikut ini hasil lomba dengan tema “Menggungah Karsa dan Rasa melalui Bahasa dan Sastra”. Lomba membuat poster digital: juara 1 diraih Salma Fatiha (kelas XI MIPA 3), juara 2 Muhammad Aris Irhab (kelas XI MIPA 4), juara 3 Nafi’atush  Sholikhah (kelas XI MIPA 6). Lomba baca geguritan: juara 1 diraih Masruatul Khoeriyah (kelas XI 6), juara 2 Luthfiannisa Naylaa Dian Salsabila (kelas X 4), juara 3 Novita Widianingsih (kelas XI 2). Lomba baca puisi: juara 1 Rieshara Esa Almeyra (kelas XI MIPA 6), juara 2 Niswa Salma Alfariska (kelas XI MIPA 5), juara 3: Fiyandika Dwi Saputra (kelas X MIPA 1). Lomba story telling: juara 1 diraih Murni Enggal Sanubari (kelas X MIPA 1), juara 2 Dyah Ayu Nur Faizzah (kelas XI MIPA 4), juara 3 Nisrina Azzah Atiqoh (kelas XI MIPA 1). Lomba monolog: juara 1  diraih Bangkit Pambudi Tomo (kelas XI MIPA 1), juara 2 Istifarin Hasna Prameswari (kelas X MIPA 4), juara 3 Ayeisha Amaryllys Zahra (kelas X MIPA 3). Lomba TikTok: juara utama diraih kelas X MIPA 3.

“Selamat kepada para pemenang. Terus pertahankan dan tingkatkan selalu prestasi kalian. Siswa yang belum menang harus tetap semangat. Teruslah mencoba dan berkarya untuk mengasah kemampuan berkreasi,” ungkap guru Bahasa Jawa, Sutarto Dwi Sutrisno, S.Pd.

“Saya bersyukur, alhamdulillah, minat anak-anak memeriahkan hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa ini luar biasa. Saya senang dan salut para siswa bersemangat dan penuh kreasi dalam lomba kali ini. Semoga tahun depan kreasi mereka lebih meningkat,” harap Alvika Candra Puspita, M.Pd., ketua panitia kegiatan yang juga guru Bahasa Indonesia.

Editor: Agus Sudono

(end/asa/est)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas