Tingkatkan Sumber Daya Pegawai, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Gelar Mancakrida

Esti Apisari

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia untuk Pegawai di Hotel Green Valey, Bandungan, Kabupaten Semarang, pada 28—29 Desember 2021. Tema kegiatan itu adalah “Percepatan Pembangunan ZI-WBK melalui Kerja Kolaboratif dan Kontemplatif”. Peserta kegiatan adalah semua pegawai Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan Duta Bahasa Jawa Tengah.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ganjar Harimansyah, mengatakan bahwa Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah tetap berkomitmen mewujudkan pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK). Ada enam hal yang perlu dilakukan dalam percepatan ZI-WBK, yaitu peningkatan layanan publik, penguatan pengawasan, penataan sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas, penataan tata laksana, dan manajemen perubahan. Keenam hal tersebut didiskusikan dalam pertemuan tersebut.

“Di akhir tahun seperti ini kita perlu berkontemplasi tentang kegiatan yang telah kita lakukan. Kita akan melihat kekurangan kita dan kita perbaiki pada tahun-tahun berikutnya,” kata Ganjar saat pembukaan kegiatan di Bandungan (29/12/2021).

Dalam acara tersebut, lanjut Ganjar, dilaporkan juga capaian kegiatan setiap Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP). Terdapat sepuluh perwakilan KKLP yang menyampaikan laporan, yang meliputi KKLP Bahasa dan Hukum, KKLP Penerjemahan, KKLP Kamus dan Istilah, KKLP Pembinaan Bahasa dan Sastra, KKLP Literasi, KKLP UKBI, KKLP BIPA, KKLP Pelindungan Bahasa dan Sastra, KKLP Pengembangan Sastra, serta KKLP Jalinan Media.

“Selain kesepuluh KKLP tersebut, disampaikan juga capaian kinerja administrasi. Dengan demikian, semua berupaya melaksanakan kegiatan pada tahun anggaran 2021 sesuai dengan capaian yang diharapkan,” jelasnya.

Dalam kegiatan itu para peserta juga dilatih untuk berkolaborasi menjalin kekompakan dalam kegiatan mancakrida (outbound). Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam berbagai permainan, baik secara individu maupun berkelompok. Selain diajak membangun kerja sama dalam berbagai permainan, peserta juga harus tetap dapat bersinergi dalam tantangan-tantangan yang dihadapi. Perwujudan kolaboratif, sinergitas, kekompakan, dan kerja sama yang diterapkan dalam mancakrida tersebut diharapkan dapat dilaksanakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Editor: Agus Sudono

(est/asa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top