Lestarikan Bahasa Jawa, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Akan Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI)

Esti Apisari

BANDUNGAN, balaibahasajateng.kemdikbud.go.id — Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar rangkaian kegiatan Merdeka Belajar: Revitalisasi Bahasa Daerah berupa Telaah Skenario Pembelajaran dan Juknis Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang pada 12—14 Agustus 2022. Kegiatan diikuti oleh para pakar yang terdiri atas akademisi, sastrawan, dan praktisi bahasa Jawa di Jawa Tengah.

Acara dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ganjar Harimansyah. Dalam kesempatan itu, Ganjar mengatakan bahwa penyusunan skenario pembelajaran dan petunjuk teknis (juknis) FTBI menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Merdeka Belajar: Revitalisasi Bahasa Daerah. Oleh karena itu, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengundang para pakar untuk menelaah dan mencermatinya.

“Juknis FTBI sudah ditunggu-tunggu oleh para guru bahasa daerah. Oleh karena itu, setelah kegiatan segera ditindaklanjuti dengan menyebarkannya ke daerah-daerah. Rangkaian kegiatan ini diharapkan menambah semangat dalam upaya pelestarian bahasa Jawa,” ujar Ganjar saat menyampaikan di Hotel Griya Persada Bandungan pada 12 Agustus 2022.

Ketua Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Shintya, M.S., mengatakan bahwa pada kegiatan tersebut akan disusun petunjuk teknis Festival Tunas Bahasa Ibu. Penyusunan tersebut perlu dilakukan sebagai acuan bagi peserta yang akan mengikuti lomba.

“Petunjuk teknis FTBI kami susun agar pelaksanaan kegiatan dapat terselenggara lebih rapi dan terarah. Selain itu, juknis juga diperlukan agar setiap kabupaten/kota dapat mempersiapkan diri lebih awal,” kata Shintya di sela-sela acara pembukaan.

Selanjutnya, para pakar dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mencermati skenario pembelajaran sesuai kepakarannya, yaitu aksara Jawa, undha usuk, sastra, pidato, dan macapat. Selama kegiatan para pakar menelaah skenario tersebut agar mudah dipahami dan diaplikasikan oleh para guru.

Pada kegiatan itu juga disusun juknis lomba FTBI yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan lomba. Festival tersebut dijadwalkan terselenggara pada bulan November 2022. Penyelenggaraan FTBI itu menjadi salah satu sarana untuk memantik kembali minat generasi muda terhadap bahasa dan sastra Jawa.

Editor: Agus Sudono

(est/asa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas