Gelar Bengkel Literasi di Kabupaten Magelang, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Ajak Generasi Muda Menulis Cerita Anak

Citra Aniendita Sari

KABUPATEN MAGELANG, balaibahasajateng.kemdikbud.go.id — Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, menyelenggarakan Bengkel Literasi bagi Generasi Muda di Kabupaten Magelang pada September 2022 secara luring dan daring. Bengkel literasi tersebut digelar dalam rangka melaksanakan pembinaan literasi pada generasi muda. Pertemuan kegiatan tersebut diawali pada 5–6 September 2022 di Hotel Trio Front One, Magelang. Hadir dalam pembukaan acara bengkel literasi tersebut, antara lain, Aziz Amin Mujahidin, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang, dan Dr. Ganjar Harimansyah, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, dan staf Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang. Adapun peserta berasal dari pelajar, mahasiswa, guru, dan masyarakat umum.

Aziz Amin Mujahidin menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut. Aziz merasa miris dengan kondisi literasi anak-anak zaman sekarang yang lebih senang menghafal lirik lagu percintaan daripada membaca cerita anak atau dongeng.

“Pemerolehan budaya ilmiah dan literasi jika dilakukan di usia dini akan semakin baik,” ujar Aziz.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ganjar Harimansyah, menjelaskan bahwa kegiatan literasi merupakan salah satu program unggulan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Penulisan cerita anak diangkat menjadi tema dalam Bengkel Literasi bagi Generasi Muda di Kabupaten Magelang tersebut.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian program bengkel literasi yang dijadwalkan di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah,” kata Ganjar.

Ganjar berharap peserta bersemangat, bersungguh-sungguh, dan memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal untuk menghasilkan karya yang layak diterbitkan menjadi buku antologi cerita anak. Dia menjelaskan bahwa karya peserta bengkel literasi akan diseleksi dan dikurasi oleh narasumber.

“Saat ini sedikit sekali penulis yang menggeluti penulisan cerita anak. Jangan mudah menyerah dalam menghasilkan tulisan. Resep untuk bisa menghasilkan karya hanya tiga, yaitu menulis, menulis, menulis,” kata Ganjar.

“Setelah melalui proses penyuntingan dan penyeliaan, karya yang terpilih akan diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah,” tandasnya.

Bengkel literasi di Kabupaten Magelang tersebut melibatkan narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan Asosiasi Fasilitator Literasi Jawa Tengah. Narasumber itu adalah Dr. Ganjar Harimansyah, Diah Purwanti Pujiastuti, S.Pd., Hasta Indriyana, S.Pd., dan Umi Farida, S.S. Rangkaian acara masih akan berlanjut selama September secara daring dan luring. Selama delapan kali pertemuan itu peserta dibimbing oleh para narasumber agar menghasilkan cerita anak yang berkualitas hingga layak diterbitkan.

Editor: Agus Sudono

(cit/asa/est)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas