Perkaya Bahan Literasi Anak, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Ajak Generasi Muda Banyumas Menulis Cerita Anak

Galuh Ayuning Tyas

BANYUMAS, balaibahasajateng.kemdikbud.go.id — Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menutup rangkaian Bengkel Literasi bagi Generasi Muda di Kabupaten Banyumas di Aula AK Ansori Gedung Rektorat Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada 20 September 2022.

Bengkel Literasi bagi Generasi Muda di Kabupaten Banyumas merupakan rangkaian pelatihan penulisan cerita anak yang dilakukan secara luring dan daring pada 30 Agustus, 1β€”2 September, 5β€”6 September, 12β€”13 September, dan diakhiri pada 20 September 2022. Kegiatan ini diikuti 75 peserta dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Peradaban Bumiayu, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, UIN Saizu Purwokerto, Institut Teknologi Telkom Purwokerto, dan masyarakat umum. Diharapkan dari kegiatan ini peserta dapat menghasilkan antologi cerita anak yang akan diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

Pertemuan terakhir Bengkel Literasi bagi Generasi Muda Kabupaten Banyumas ini diisi dengan diskusi karya cerita anak yang telah dibuat peserta. Adapun narasumber kegiatan ini ialah Dimas Indiana Senja, Mulasih Tary, dan Dian Respati Pranawengtyas.

β€œPeserta Bengkel Literasi Generasi Muda Kabupaten Banyumas sangat beruntung bisa mengikuti kegiatan ini karena pelatihan penulisan cerita anak jarang dilakukan dan jika ada biasanya berbayar. Oleh karena itu, ayo bersungguh-sungguh dan siapkan cerita terbaik kalian,” kata Dimas memotivasi peserta kegiatan.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian kesan pesan dari perwakilan peserta kegiatan. Mereka mengaku sangat termotivasi menulis cerita anak meskipun bukan berasal dari latar pendidikan bahasa dan sastra.

Acara penutupan juga dihadiri oleh Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Drs. Eko Suroso, M.Pd., dan Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Dra. Siti Fathonah, M.Hum.

Eko menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah yang baik. Saat ini masyarakat kita sedang mengalami krisis bahan literasi anak. Anak-anak terbiasa mengonsumsi bahan-bahan literasi untuk orang dewasa.

β€œDi sisi lain, ini merupakan kemajuan, tetapi efeknya anak-anak menjadi cepat dewasa. Oleh sebab itu, cerita anak sangat penting dikembangkan untuk memperkaya bahan literasi anak,” tandas Eko.

Editor: Shintya

(gal/tya/est)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas