Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Beraudiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah

Esti Apisari

KOTA SEMARANG, balaibahasajateng.kemdikbud.go.id—Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah beraudiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah pada Rabu, 10 Januari 2024. Audiensi dilakukan dalam rangka sinergisitas program Merdeka Belajar Episode ke-17 tentang Revitalisasi Bahasa Daerah yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Pada kesempatan itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, M.Hum., menyampaikan bahwa Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan program Revitalisasi Bahasa Daerah di Jawa Tengah sejak 2021. Revitalisasi Bahasa Daerah di Jawa Tengah yang telah berjalan itu melibatkan kerja sama dan kolaborasi dari pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, sekolah, guru, siswa, akademisi, praktisi, budayawan, sastrawan, pegiat bahasa dan sastra, sertamasyarakat luas.

“Sasaran dalam program Merdeka Belajar Episode ke-17 itu adalah tunas muda, yang dikhususkan pada siswa SD dan SMP,” ujar Syarifuddin di ruang rapat Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pemuda, Semarang, pada Rabu, 10 Januari 2024.

Syarifuddin menyatakan bahwa pihaknya berharap sertifikat Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dapat diakui dan dimasukkan sebagai festival berjenjang dalam petunjuk teknis penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA dan SMK Jawa Tengah.

“FTBI tingkat Provinsi Jawa Tengah ini diikuti oleh siswa pemenang dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang sebelumnya memenangkan lomaba di tingkat kabupaten/kota di Jawa Tengah,” katanya.

Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) sebagai bagian dari rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah sudah dilaksanakan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kabupaten/kota di Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan setempat menyelenggarakan FTBI tingkat kabupaten/kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Uswatun Hasanah, M.Pd., menyambut baik usulan tersebut. Revitalisasi bahasa daerah memerlukan peran serta dan kolaborasi berbagai pihak.

“Dukungan pada program Revitalisasi Bahasa Daerah akan membantu anak didik kita mendapat wawasan dan penguatan. Untuk itu, sinergi dalam penyelenggaraan program harus terus berlanjut,” tutur Uswatun .

Audiensi juga dihadiri oleh sekretaris dinas dan kepala bidang terkait dengan program BBPJT. Pembahasan pengakuan sertifikat FTBI dalam PPDB dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, S.STP., S.H., M.H., Kepala Bidang Pembinaan SMA, Kustrisaptono, S.Si., M.Pd., Kepala Bidang Pembinaan SMK, Ainur Rojik, S.Pd., M.Eng., dan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus, Sunarto, M.Pd. [est/asa/aas]

Penyunting: Agus Sudono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas