Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah laksanakan Pembekalan Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Sekolah

Sunarti

KOTA SEMARANG, balaibahasajateng.kemdikbud.go.id—Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan SMA Negeri 13 Semarang melaksanakan kegiatan Parade Wajah Bahasa yang bertajuk Pembekalan Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik di SMAN 13 Semarang. Kegiatan dilaksanakan secara luring selama 2 hari, 27–28 Maret 2024, di aula SMAN 13 Semarang. Peserta terdiri atas 60 siswa SMAN 13 Semarang yang aktif dalam berbagai organisasi sekolah serta guru Bahasa Indonesia sebagai pendamping.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, M.Hum., memberikan penguatan kepada siswa akan pentingnya bahasa Indonesia, baik sebagai bahasa persatuan maupun sebagai bahasa resmi negara.

“Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan nasional menunjukkan bahwa bahasa Indonesia adalah lingua franca yang mempersatukan seluruh etnis dan budaya di Indonesia. Adapun fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara sebagaimana digunakan dalam kegiatan-kegiatan formal termasuk sebagai bahasa pengantar di dunia pendidikan,” ujar Syarifuddin di aula SMA Negeri 13 Semarang.

Kepala SMAN 13 Semarang, Rusmiyanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa penggunaan bahasa Indonesia tidak sekadar enak dibaca atau didengar, tetapi harus memperhatikan kaidah, baik ejaan maupun kaidah bahasa Indonesia yang lain.

“Atas kerja sama Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah memberikan pembekalan siswa terhadap penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik sekolah di SMAN 13 Semarang, menjadi semangat bagi kami untuk melakukan perubahan, perbaikan, dan pengembangan penggunaan bahasa Indonesia yang benar di ruang publik sekolah. Kami akan melakukannya secara bertahap, mulai dari perbaikan sederhana. Ide, kreativitas, atau inovasi siswa dalam melakukan perbaikan penggunaan bahasa di ruang publik sekolah menjadi pendukung perubahan,” tutur Rusmiyanto.

Kegiatan akan ditindaklanjuti dengan pertemuan daring yang dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Rangkaian pertemuan luring dan daring ini juga didampingi oleh narasumber Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan Duta Bahasa Jawa Tengah. [sun/est/aas]

 

Penyunting: Esti Apisari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas