Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Gerakkan Komunitas Literasi di Rembang

Agus Sudono

KABUPATEN REMBANG, balaibahasajateng.kemdikbud.go.id—Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Bengkel Komunitas Penggerak Literasi di Kabupaten Rembang pada 15—17 2024 di Aula SMP Negeri 5 Rembang. Kegiatan yang diikuti oleh 40 pengelola komunitas literasi dan taman bacaan masyarakat (TBM) tersebut digelar dalam rangka menggerakkan komunitas penggerak literasi di Rembang.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, M.Hum., menyatakan bahwa kegiatan Bengkel Komunitas Penggerak Literasi ini dilakukan untuk memperkuat dan mendorong komunitas literasi yang ada di Jawa Tengah. Masyarakat harus didorong untuk meningkatkan minat baca dan pemahaman akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Bengkel literasi yang diadakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah ini merupakan wujud nyata komitmen kami untuk menggerakkan komunitas literasi di Kabupaten Rembang. Mereka diharapkan bisa membuat kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Syarifuddin saat menyampaikan sambutannya di Aula SMP Negeri 5 Rembang pada Rabu, 15 Mei 2024.

Syarifuddin menambahkan bahwa budaya membaca masyarakat harus terus ditumbuhkan dengan program literasi. Program literasi merupakan salah satu dari tiga program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, selain program revitalisasi bahasa daerah dan penginternasionalan bahasa Indonesia.

“Balai Bahasa berupaya memberikan wawasan dan keterampilan baru melalui kegiatan bengkel ini. Kami mendorong semangat kolaborasi di antara komunitas literasi dan Taman Bacaan Masyarakat/TBM di Rembang. Dengan komitmen yang kuat, komunitas literasi dan TBM dapat mendorong masyarakat menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks” jelasnya.

Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Baskoro dari Perpustakaan Nyah Lasem menyatakan bahwa kegiatan Bengkel Komunitas Penggerak Literasi di Kabupaten Rembang ini dapat mempertemukan komunitasnya dengan komunitas literasi lain yang ada di kotanya. Dia berharap melalui diskusi dalam kegiatan bengkel tersebut dapat digelar kegiatan besar yang mengangkat warisan, nilai-nilai, tradisi yang ada di rembang.

“Teman-teman yang bergerak di komunitas literasi di kota tercinta ini bisa mengumpulkan dapat menjadikan heritage-heritage lokal sebagai sumber insiprasi dan pengetahuan,” ungkap Baskoro.

Pegiat heritage Lasem yang biasa disapa Mas Pop ini menyatakan bahwa banyak sumber inspirasi warisan dan nilai-nilai tradisi yang bisa digali untuk memunculkan kegiatan-kegiatan di komunitas literasi. Ditambahkan bahwa reproduksi pengetahuan heritage ini belum banyak dilakukan.

“Mari kita gali heritage-heritage yang ada di kota kita ini untuk menginspirasi masyarakat agar semakin menghargai warisan leluhur ini. Pengetahuan heritage ini juga bisa dijadikan bahan literasi yang tidak ada habisnya,” tandasnya. [asa/aas]

 

 

Penyunting: Agus Sudono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas