Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Gerakkan Komunitas Literasi Wonosobo melalui Bengkel Komunitas Penggerak Literasi

Citra Aniendita

KABUPATEN WONOSOBO, balaibahasajateng.kemdikbud.go.id—Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan Bengkel Komunitas Penggerak Literasi di Kabupaten Wonosobo pada 28—30 Mei 2024 di Rumah Makan Sari Rasa, Wonosobo. Kegiatan yang diikuti 40 orang pengelola komunitas literasi dan taman bacaan masyarakat (TBM) tersebut digelar untuk menggerakkan komunitas penggerak literasi di Wonosobo.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, M.Hum., menyatakan bahwa Bengkel Komunitas Penggerak Literasi untuk memperkuat dan mendorong komunitas literasi di Jawa Tengah.

Masyarakat harus didorong untuk meningkatkan minat baca dan pemahaman akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari.  “Bengkel literasi yang diadakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menggerakkan komunitas literasi di Kabupaten Wonosobo. Mereka diharapkan bisa membuat kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Syarifuddin.

Syarifuddin juga menyampaikan bahwa budaya membaca masyarakat harus terus ditumbuhkan dengan program literasi dan berharap kegiatan di sebuah wilayah harus berkelanjutan. Dukungan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat sangat diharapkan untuk mendukung program ini. Program literasi merupakan salah satu dari tiga program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, selain program revitalisasi bahasa daerah dan penginternasionalan bahasa Indonesia.

“Balai Bahasa berupaya memberikan wawasan dan keterampilan baru melalui kegiatan bengkel ini. Kami mendorong semangat kolaborasi di antara komunitas literasi dan Taman Bacaan Masyarakat/TBM di Wonosobo. Dengan komitmen yang kuat, komunitas literasi dan TBM dapat mendorong masyarakat menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, Dr. Drs. Musofa, M.Pd., dalam sambutannya menyatakan bahwa sejak tahun 2015 di Kabupaten Wonosobo sudah dirintis program literasi untuk para kepala sekolah dan peserta didk.

“Kepala sekolah wajib membawa buku bacaan setiap hari untuk dibaca. Adapun pembiasaan untuk para peserta didik  adalah membaca buku dan mendiskusikan secara bertahap dalam jangka waktu satu minggu, kemudian satu bulan, dan tiga bulan.

Selama tiga hari peserta mendapatkan materi dari para narasumber, yakni Erwin Abdillah, jurnalis Pikiran Rakyat Media Network dan Kabar Wonosobo;  Budi Susila, Ketua Forum TBM Jawa Tengah;  Dimas Ari Pamungkas, Ketua FTBM Wonosobo;  Tirta Nursari, Ketua TBM Warung Pasinaon; dan Usrotun Hasanah, pegiat literasi Kabupaten Wonosobo.

Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan sejak awal hingga akhir. Bahkan, mereka berharap ada evaluasi dan tindak lanjut kegiatan dengan menyelenggarakan kegiatan serupa pada tahun-tahun berikutnya. [cas/sun/aas]

 

 

Peyunting : Sunarti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas