Mahasiswa Magang di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Mengikuti Kelas Jurnalistik

Dimas Ponco Wijaya, Ridwan Juniantoro, Muhamad Daffa Rizky Novriza

KABUPATEN SEMARANG, balaibahasajateng.kemdikbud.go.id—Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) menyelenggarakan Kuliah Umum Jurnalistik di Ruang Bojanaloka BBPJT, Jalan Diponegoro 250, Ungaran, pada Rabu, 22 Mei 2024. Peserta yang mengikuti kelas jurnalistik itu terdiri atas mahasiswa magang yang berasal dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan pengetahuan dan wawasan jurnalistik kepada mahasiswa magang sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

Narasumber dalam kelas jurnalistik itu, Agus Sudono, M. Hum., mengatakan bahwa bekal untuk menjadi seorang jurnalis ialah suka menulis, memiliki etos kerja yang tinggi, berani, dan memahami etika jurnalistik. Selain itu, seorang jurnalis harus memiliki rasa ingin tahu, selalu mengikuti perkembangan informasi terbaru, serta mempunyai kemampuan berbahasa yang baik. Mahasiswa yang memiliki bekal kemampuan menulis dengan baik, di mana pun bekerja, dia akan lebih bisa berkembang.

“Salah satu penulis yang punya kreativitas dan ketahanan menulis adalah Pak Dahlan Iskan. Mantan wartawan, pendiri koran Jawa Pos, yang juga mantan Menteri BUMN itu setiap hari menulis catatan hariannya,” ujar Agus Sudono yang pernah menjadi editor salah satu koran nasional itu dalam Kuliah Umum Jurnalistik di Ruang Bojanaloka pada Rabu, 22 Mei 2024.

Agus menambahkan bahwa penyampaian berita media massa, baik media cetak, media elektronik, maupun media siber, hendaknya memperhatikan penggunaan ragam bahasa jurnalistik. Bahasa yang digunakan dalam ragam bahasa jurnalistik hendaknya singkat, padat, lugas, jelas, sederhana, dan menarik.

“Karena pembaca media massa beragam dari berbagai kalangan, bahasa yang digunakan tentu bahasa yang mudah dimengerti khalayak umum. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan harus komunikatif,” jelas widyabasa di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah itu.

Sementara itu, Alisa, peserta yang juga mahasiswa magang dari Program Studi Sastra Inggris, Universitas Negeri Semarang (Unnes), merasa tertarik mengikuti kelas jurnalistik tersebut. Dia mengaku sebelumnya tidak mengetahui seluk-beluk penerbitan koran, baik cetak maupun daring.

“Setelah mengikuti pembekalan tentang dunia jurnalistik ini saya menjadi tahu bahwa salah satu media massa yang berupa koran cetak merupakan produk jurnalistik yang terverifikasi. Produk tersebut dapat dipertanggungjawabkan sehingga layak dijadikan informasi yang tepercaya,” ungkapnya.

Kuliah Umum Jurnalistik yang diadakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu peserta, Faisal Haidar Riyadi, mahasiswa magang dari Prodi Sastra Jawa, Unnes, menjadi memahami informasi terkait dengan dasar-dasar jurnalistik.

“Saya menjadi termotivasi untuk menjadi seorang jurnalis. Saya menjadi tahu media massa yang merupakan produk jurnalistik dan media sosial yang bukan produk jurnalistik. Dengan demikian, kita tidak mudah termakan berita bohong atau hoaks,” tuturnya. [/dpw/rj/mdrn/asa/aas]

 

Penyunting : Agus Sudono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas