Kegiatan Lokakarya Hasil Inventarisasi Kosakata Budaya Jawa

Poetri Mardiana Sasti

KOTA SEMARANG, balaibahasajateng.kemdikbud.go.id—Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Lokakarya Hasil Inventarisasi Kosakata Budaya Jawa. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu s.d. Kamis, 21 s.d. 22 Juni 2024, bertempat di Hotel Ibis Simpang Lima, Semarang. Kegiatan yang diselenggarakan oleh KKLP Perkamusan dan Peristilahan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, M.Hum. dan diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas widayabasa, penerjemah, analis kebijakan kebahasaan dan kesastraan, dan mahasiswa magang.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, M.Hum., dalam sambutannya menyatakan bahwa bahasa Jawa merupakan bahasa daerah yang kaya kosakata karena dalam bahasa Jawa terdapat tingkatan kebahasaan, yaitu ngoko, madya, dan krama. Setiap tingkatan tersebut memiliki kosakata yang berbeda-beda. Hal inilah yang menyebabkan bahasa Jawa menjadi bahasa yang kaya kosakata. Selain itu, bahasa Jawa juga memiliki jumlah penutur yang sangat banyak.

“Bahasa Jawa memiliki banyak kosakata unik yang dapat digunakan untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Sebagai contoh pada proses penanaman padi sampai dengan menjadi nasi, bahasa Jawa memiliki kosakata yang berbeda-beda. Demikian juga bidang-bidang yang lain, seperti pertanian, perikanan, dan kemaritiman tentu banyak kosakata khusus yang perlu didokumentasikan agar kosakata tersebut tidak hilang begitu saja,” kata Syarifuddin.

Kegiatan lokakarya ini dilaksanakan untuk memverifikasi dan memvalidasi kosakata-kosakata yang berhasil dikumpulkan oleh tim KKLP Perkamusan dan Peristilahan tentang istilah perikanan, tenun, ukiran, tembakau, tanaman karet, kesenian tradisional, dan kuliner.

Narasumber kegiatan lokakarya tersebut adalah Dr. Heryoso Setiyono (Undip Semarang), Adi Deswijaya, M.Hum. (Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo), Bambang Sulanjari, M.Hum. (Universitas PGRI Semarang), dan Rahmat, M.Hum. (UNS Surakarta).

Setelah lokakarya, tim KKLP Perkamusan dan Peristilahan akan menyaring kembali kosakata yang sudah terverifikasi dan tervalidasi tersebut untuk diikutsertakan dalam Sidang Komisi Bahasa Daerah (SKBD). Selanjutnya, kosakata yang telah dibahas melalui SKBD akan diusulkan sebagai lema baru untuk pemerkayaan Kamus Besar Bahasa Indonesia. [pms/sun/aas]

Penyunting: Sunarti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas