Tingkatkan Kreativitas Sastra pada Siswa SMP di Purworejo melalui Bengkel Menulis Geguritan

Mulyadi

KABUPATEN PURWOREJO, balaibahasajateng.kemdikbud.go.id—Sebanyak lima puluh siswa mengikuti Bengkel Kreatif Berbahasa Daerah: Menulis Geguritan bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Purworejo yang digelar pada 8—9 Juli 2024 di SMP Negeri 2 Purworejo. Acara yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengasah keterampilan siswa dalam penulisan sastra daerah, khususnya geguritan.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kasubbag Umum Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Andy Rahmadi Santoso, S.Kom., dalam sambutannya menyampaikan tujuan dari kegiatan ini. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus digalakkan untuk mendukung pembelajaran sastra daerah di sekolah. Dengan demikian, siswa dapat lebih mengenal dan mencintai bahasa dan sastra daerah. Pembelajaran tersebut bukan hanya tentang penguasaan bahasa, melainkan juga tentang penghargaan terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, S.Sos., menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat penting untuk mengembangkan apresiasi terhadap sastra daerah, khususnya geguritan, di kalangan generasi muda. Kami berharap para siswa dapat lebih menghargai dan mencintai sastra daerah mereka,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pelestarian sastra daerah melalui kegiatan seperti ini adalah langkah strategis untuk menjaga identitas dan kekayaan budaya daerah di tengah arus globalisasi. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa menjadi lebih kreatif, khususnya dalam penulisan geguritan,” tambahnya.

Peserta kegiatan ini merupakan perwakilan dari sepuluh SMP di Kabupaten Purworejo yang aktif tergabung dalam organisasi sekolah, seperti organisasi siswa intrasekolah (OSIS), Pramuka, palang merah remaja (PMR), kelompok ilmiah remaja (KIR), kelompok pencinta alam, dan kelompok aktivis keagamaan. Selama dua hari, mereka diajak untuk mengenal geguritan hingga membedah karya geguritan oleh dua narasumber, yakni Drs. Ustadji Pantja Wibisana dari Sanggar Kalimasada Kutoarjo dan Pradana Ricardo dari Duta Bahasa Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Selepas kegiatan yang diselenggarakan secara luring ini, mereka masih mendapatkan dua kali bimbingan dari narasumber tersebut secara daring hingga menghasilkan karya geguritan.

Bengkel ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi muda yang cinta dan peduli terhadap sastra daerah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Purworejo untuk lebih aktif dalam mengadakan kegiatan serupa sehingga sastra daerah terus lestari. [mul/tya/aas]

 

Penyunting: Shintya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas